Senin, 06 April 2009

Pengertian IPA

Ilmu Pengetahuan Alam



Ilmu Pengetahuan Alam, biasa disingkat IPA, adalah sebuah mata pelajaran yang mempelajari ilmu alam untuk siswa sekolah dasar (SD), dan sekolah menengah tingkat pertama (SMP/SLTP). Namun berbeda pada istilah yang terdapat di sekolah menengah tingkat atas (SMA/SMU) dan perguruan tinggi, kata IPA lebih dikenal sebagai salah satu penjurusan kelas yang secara khusus lebih memfokuskan untuk membahas ilmu-ilmu eksakta.

Dalam ilmu pengetahuan, istilah ilmu pengetahuan alam merujuk kepada pendekatan logis untuk mempelajari alam semesta. Ilmu pengetahuan alam mempelajari alam dengan menggunakan metode-metode sains. Ilmu pengetahuan jenis ini berbeda dengan Ilmu Pengetahuan Sosial yang menggunakan metode sains untuk mempelajari perilaku manusia dan masyarakat; ataupun ilmu pengetahuan formal seperti matematika.


Pengertian IPA

Pengertian ilmu pengetahuan alam

Ilmu pengetahuan alam atau sains (science) diambil dari kata latin Scientia yang arti harfiahnya adalah pengetahuan, tetapi kemudian berkembang menjadi khusus Ilmu Pengetahuan Alam atau Sains. Sund dan Trowbribge merumuskan bahwa Sains merupakan kumpulan pengetahuan dan proses.

Sedangkan Kuslan Stone menyebutkan bahwa Sains adalah kumpulan pengetahuan dan cara-cara untuk mendapatkan dan mempergunakan pengetahuan itu. Sains merupakan produk dan proses yang tidak dapat dipisahkan. "Real Science is both product and process, inseparably Joint" (Agus. S. 2003: 11)

Sains sebagai proses merupakan langkah-langkah yang ditempuh para ilmuwan untuk melakukan penyelidikan dalam rangka mencari penjelasan tentang gejala-gejala alam. Langkah tersebut adalah merumuskan masalah, merumuskan hipotesis, merancang eksperimen, mengumpulkan data, menganalisis dan akhimya menyimpulkan. Dari sini tampak bahwa karakteristik yang mendasar dari Sains ialah kuantifikasi artinya gejala alam dapat berbentuk kuantitas.

Kedudukan ilmu pengetahuan alam (IPA)

Ilmu berkembang dengan pesat, yang pada dasarnya ilmu berkembang dari dua cabang utama yaitu filsafat alam yang kemudian menjadi rumpun ilmu-ilmu alam (the natural sciences) dan filsafat moral yang kemudian berkembang ke dalam ilmu-ilmu sosial (the social sciences). Ilmu-ilmu alam membagi menjadi dua kelompok yaitu ilmu alam (the physical sciences) dan ilmu hayat (the biological sciences) (Jujun. S. 2003). Ilmu alam ialah ilmu yang mempelajari zat yang membentuk alam semesta sedangkan ilmu hayat mempelajari makhluk hidup di dalamnya. Ilmu alam kemudian bercabang lagi menjadi fisika (mempelajari massa dan energi), kimia (mempelajari substansi zat), astronomi (mempelajari benda-benda langit dan ilmu bumi (the earth sciences) yang mempelajari bumi kita.

Hakekat Sains dan Pembelajaran Sains di Sekolah Dasar

Ilmu pengetahuan alam (IPA) atau Sains dalam arti sempit telah dijelaskan diatas merupakan disiplin ilmu yang terdiri dari physical sciences (ilmu fisik) dan life sciences (ilmu biologi). Yang termasuk physical sciences adalah ilmu-ilmu astronomi, kimia, geologi, [[[mineralogi]], meteorologi, dan fisika, sedangkan life science meliputi anatomi, fisiologi, zoologi, citologi, embriologi, mikrobiologi.

IPA (Sains) berupaya membangkitkan minat manusia agar mau meningkatkan kecerdasan dan pemahamannya tentang alam seisinya yang penuh dengan rahasia yang tak habis-habisnya. Dengan tersingkapnya tabir rahasia alam itu satu persatu, serta mengalirnya informasi yang dihasilkannya, jangkauan Sains semakin luas dan lahirlah sifat terapannya, yaitu teknologi adalah lebar. Namun dari waktu jarak tersebut semakin lama semakin sempit, sehingga semboyan " Sains hari ini adalah teknologi hari esok" merupakan semboyan yang berkali-kali dibuktikan oleh sejarah. Bahkan kini Sains dan teknologi manunggal menjadi budaya ilmu pengetahuan dan teknologi yang saling mengisi (komplementer), ibarat mata uang, yaitu satu sisinya mengandung hakikat Sains (the nature of Science) dan sisi yang lainnya mengandung makna teknologi (the meaning of technology).

IPA membahas tentang gejala-gejala alam yang disusun secara sistematis yang didasarkan pada hasil percobaan dan pengamatan yang dilakukan oleh manusia. Hal ini sebagaimana yang dikemukakan oleh Powler (dalam Wina-putra, 1992:122) bahwa IPA merupakan ilmu yang berhubungan dengan gejala-gejala alam dan kebendaan yang sistematis yang tersusun secara teratur, berlaku umum yang berupa kumpulan dari hasil obervasi dan eksperimen.

Sains dalam kurikulum Sekolah Dasar

Dari uraian di atas Sains adalah ilmu pengetahuan yang mempunyai Obyek, menggunakan metode Ilmiah sehingga perlu diajarkan di Sekolah Dasar. Setiap guru harus paham akan alasan mengapa sains perlu diajarkan di sekolah dasar. Ada berbagai alasan yang menyebabkan satu mata pelajaran itu dimasuk ke dalam kurikulum suatu sekolah. Usman Samatowa (2006) menegemukakan empat Alasan sains dimasukan dikurikulum Sekolah Dasar yaitu:

  • Bahwa sains berfaedah Bagi suatu bangsa, kiranya tidak perlu dipersoalkan panjang lebar. Kesejahteraan materil suatu bangsa banyak sekali tergantung pada kemampuan bangsa itu dalam bidang sains, sebab sains merupakan dasar teknologi, sering disebut-sebut sebagai tulang punggung pembangunan. Pengetahuan dasar untuk teknologi ialah sains. Orang tidak menjadi Insinyur elektronika yang baik, atau dokter yang baik, tanpa dasar yang cukup luas mengenai berbagai gejala alam.
  • Bila diajarkan sains menurut cara yang tepat, maka sains merupakan suatu mata pelajaran yang memberikan kesempatan berpikir kritis; misalnya sains diajarkan dengan mengikuti metode "menemukan sendiri". Dengan ini anak dihadapkan pada suatu masalah; umpamanya dapat dikemukakan suatu masalah demikian". Dapatkah tumbuhan hidup tanpa daun?" Anak diminta untuk mencari dan menyelidiki hal ini.
  • Bila sains diajarkan melalui percobaan -percobaan yang dilakukan sendiri oleh anak. maka sains tidaklah merupakan mata pelajaran yang bersifat hafalan belaka.
  • Mata pelajaran ini mempunyai: nilai – nilai pendidikan yaitu mempunyai potensi yang dapat membentuk keprbadian anak secara keseluruhan.

Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD) IPA di SD/MI merupakan standar minimum yang secara nasional harus dicapai oleh peserta didik dan menjadi acuan dalam pengembangan kurikulum di setiap satuan pendidikan. Pencapaian SK dan KD didasarkan pada pemberdayaan peserta didik untuk membangun kemampuan, bekerja ilmiah, dan pengetahuan sendiri yang difasilitasi oleh guru.

Buat Orang Jatuh Cinta

How to Make Someone Love To US?

MAU tahu bagaimana membuat orang jatuh cinta pada Anda? Ada taktik tersendiri untuk membuat orang jatuh cinta pada Anda. Tidak perlu pakai pelet atau dukun, yang ini pure teknik dan dijamin halal.

Ada beberapa cara mudah yang dapat Anda gunakan untuk membuat orang jatuh cinta pada Anda. Mungkin Anda tak akan percaya karena trik ini sangat mudah dan luar biasa efektif untuk merebut hati pujaan Anda.

Beberapa orang yang membaca ini dan berpendapat bahwa apa yang disarankan ini terasa salah. Memang sih sepertinya agak sedikit memanipulasi orang dan mempermainkan perasaan orang lain, terutama dengan orang yang selalu Anda impikan dan berdoa pada Tuhan untuk mendapatkan dirinya. Secara ideal memang lebih bagus jika ia jatuh cinta dengan sendirinya pada Anda. Sayangnya, dalam kehidupan nyata tidak selalu begitu...

Kadang Anda menghabiskan waktu enam bulan, jalan bareng, hidup bareng, berjuang bersama, mencintai dan bahkan terkadang ada juga orang yang melibatkan hubungan fisik bersama tetapi hasilnya nihil. Teknik yang akan dituliskan ini akan terasa bak sebuah berkah, lagi pula ini bukan black magic atau memaksakan orang untuk jatuh cinta pada Anda tanpa kehendak mereka. Ini adalah teknik untuk membuat mereka jatuh cinta, sesuai kehendak Anda dan dia...

Pertama-tama, sering-sering gaul bersama dia...tetapi kemudian jaga jarak. Semakin Anda berinteraksi dengan seseorang, mereka akan semakin menyukai Anda. Paling tidak itu yang dikatakan seorang ahli tingkah laku manusia asal Amerika David Lieberman. Dia memang benar. Dalam beberapa penelitian mengatakan eksposure berulang kali yang menimbulkan stimulus membuat kita tambah menyukai seseorang, kecuali memang dari awal pertemuan yang ada adalah reaksi negatif. Jadi lupakan tindakan menghindar, sulit ditemui, dan tidak ada ditempat pada awal hubungan. Malah coba cari alasan apa saja untuk berada disekitarnya.

Sekarang perhatikan, karena ini adalah bagian yang sedikit rumit. Saat Anda yakin Anda telah memenangkan hati mereka dan mereka mulai menyukai Anda, mulailah sedikit jarang kelihatan. Mungkin jarang kelihatan sekali. Saat ini Anda sedang menerapkan "law of scarcity." Anda pasti tahu, orang ingin apa yang tidak bisa mereka dapatkan, dan dengan ada secara konstan Anda akan kehilangan nilai seberapa pentingnya Anda. Sama saja saat Anda keluar pintu kemudian ada tumpukan berlian yang Anda sering lihat dan Anda sering langkahi, Anda akan merasa benda itu tidak berhargakan? The law of scarcity membuat Anda semakin diinginkan mereka. Be Around and then not around dan mereka akan menyukai dan menginginkan Anda.

Kemudian jangan lakukan hal-hal yang manis untuk mereka, biarkan mereka yang melakukan hal yang manis untuk Anda. Bila Anda melakukan hal yang manis untuk mereka, memang Anda merasa baik pada dua tingkatan. Pertama merasa puas dengan diri Anda sendiri dan merasa lebih `hangat` pada orang yang Anda manjakan. Agar kita merasa benar, kita biasanya mengidolakan, betapa baik dirinya sehingga patut mendapatkan hal itu. Hasil akhir, kita menyukai orang itu lebih baik. Ketika seseorang melakukan hal manis untuk kita, kita akan merasa puas. Tetapi hal itu mempergunakan emosi Anda terlalu banyak, dan tidak semuanya baik. Kadang kita merasa sangat bahagia, tetapi banyak tekanan dari hadiah-hadiah yang diberikan tersebut, menjadi orang yang `baik` seperti yang diharapkan baik dalam pikiran maupun dalam bertindak, terutama tekanan untuk membalas segala yang telah diberikan sebelumnya. Jadi mengertikan, sebenarnya apa yang berikan itu membebani seseorang. Mendingan biarkan dia memanjakan Anda deh!

Sering-seringlah memandang dia...pandang dia dalam-dalam...Menurut seorang ahli psikologi Harvard, Zick Rubin, orang yang benar-benar jatuh cinta satu sama lain, 75 persen saat berbincang-bincang satu sama lain, sangat lambat melihat ke arah lain saat ada orang yang `mengganggu` mereka. Pada perbincangan normal, orang melihat satu sama lain antara 30-60 persen setiap waktunya. Memang mudah untuk melihat orang `jatuh cinta` dari cara pandang mereka dan seberapa lama dia memandang orang tersebut. Jadi pandanglah lekat-lekat orang yang Anda sukai, sekitar 75 persen dari waktu Anda, Anda mulai mempermainkan otak mereka. Otak akan tahu kapan ada orang yang melihat Anda sesering dan selama itu, atau merasa bahwa mereka jatuh cinta pada Anda. Jadi Anda merasa baik-baik saja saat mulai melepaskan PEA (Phenylethylamine), amphetamine yang ada dalam diri manusia. Amphetamine ini ada dalam sistem urat syaraf Anda saat mereka mulai jatuh cinta. PEA-lah yang membuat tangan kita berkeringat, yang memicu `chemistry` dalam tubuh kita saat si dia bersama kita, jadi coba timbulkan hal itu pada dirinya!!

Itu adalah beberapa cara membuat orang jatuh cinta pada Anda tanpa menggunakan pelet. Bagaimana Anda mau coba?

Catatan Kecil

Rumus kimia

Rumus kimia (juga disebut rumus molekul) adalah cara ringkas memberikan informasi mengenai atom-atom yang menyusun suatu senyawa kimia tertentu. Untuk senyawa molekular, rumus ini mengidentifikasikan setiap unsur kimia penyusun dengan simbol kimianya dan menunjukkan jumlah atom dari setiap unsur yang ditemukan pada masing-masing molekul diskret dari senyawa tersebut. Jika suatu molekul mengandung lebih dari satu atom unsur tertentu, kuantitas ini ditandai dengan subskrip setelah simbol kimia (walaupun buku-buku abad ke-19 kadang menggunakan superskrip). Untuk senyawa ionik dan zat non-molekular lain, subskrip tersebut menandai rasio unsur-unsur dalam rumus empiris.